adaptasi sistem pencernaan pada bayi baru lahir

Translationsin context of "SISTEM PENCERNAAN BAYI YANG BARU LAHIR" in indonesian-english. HERE are many translated example sentences containing "SISTEM PENCERNAAN BAYI YANG BARU LAHIR" - indonesian-english translations and search engine for Necrotizingenterocolitis adalah infeksi dan pembengkakan pada perut. Sering ditemui pada bayi yang terlahir prematur. Banyak bayi yang selamat kemudian dapat hidup sehat. Namun jika infeksi menjadi parah, dapat menyebabkan kerusakan parah Bayibaru lahir akan mengalami adaptasi dengan dunia luar yang jauh berbeda dengan keadaan didalam rahim dimana bayi baru lahir memerlukan perawatan terhadap dirinya.Perawatan bayi baru lahir merupakan asuhan yang diberikan kepada bayi untuk menjaga kesehatan bayi dari paparan lingkungan. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2012), kegiatan sistempencernaan, hati, pankreas, kelenjar ludah, dan pernapasan. Mesoderma (lapisan tengah) akan membangun dan mendiferensiasi menjadi lapisan kulit dalam, otot, tulang, serta sistem pembuangan dan sirkulasi. Bagian lain dari blastosista mulai terbentuk menjadi organ yang akan menghidupi dan Dalam penelitian lain, bayi baru lahir menghisap Padahari ketiga, kapasitas lambung bayi baru lahir berkembang sampai sekitar 0,75-1 oz, atau kira-kira sebesar kelereng penembak’. Pemberian sedikit-sedikit namun sering memastikan bayi Anda mendapat semua susu yang ia butuhkan. Sekitar hari ke-7, kapasitas lambung bayi baru lahir sekarang sekitar 1,5-2 oz, atau kira-kira sebesar bola pingpong. Lirik Lagu Tak Ingin Usai. Saat lahir, bayi Ibu sudah memiliki sistem pencernaan yang sudah sepenuhnya terbentuk namun belum sempurna dan sudah siap untuk mencerna nutrisi pertamanya. Nutrisi dalam ASI akan membantu sistem pencernaan si kecil berkembang di hari, bulan, dan tahun yang akan datang. Apa yang bisa Ibu harapkan saat ini? Dalam 24 jam pertamanya setelah lahir, saluran pencernaan bayi akan mencerna asupan untuk pertama kalinya. Perlu diingat 1. Bayi yang baru lahir memiliki kapasitas lambung seukuran kelereng Namun Ibu jangan khawatir karena lambung si Kecil akan terus membesar dalam beberapa hari selanjutnya. 2. Dinding perut si kecil agak kaku dalam beberapa hari pertama setelah kelahiran Oleh karena itu asupan yang dicerna akan bergerak perlahan dari lambung ke usus. 3. Bayi ibu hanya akan bisa menelan sekitar tiga sendok makan ASI di hari pertamanya Pada Ibu yang menyusui untuk enam bulan pertama atau kedepannya, si kecil mungkin ingin meminum susu setiap jam. Alasan lain untuk menyusui lebih sering dalam jumlah yang kecil adalah pada mulanya payudara Ibu menghasilkan ASI dalam jumlah kecil dengan protein tinggi dan kaya dengan antibodi yang disebut kolostrum. Bayi baru lahir memiliki 4 refleks yang berhubungan dengan pencernaan yang membantu saat makan atau menyusui 1. Refleks mencari puting Memudahkan si kecil untuk mencari dan melekat pada puting. Kontak kulit antar Ibu dan si kecil Inisiasi Menyusui Dini dapat memicu refleks ini. 2. Refleks menghisap/menelan Mengkoordinasikan gerakan mulut dengan pernapasan, membantu si kecil untuk minum ASI dengan mudah. Refleks ini cukup kuat setelah lahir, dan para ahli menyarankan Ibu untuk segera menyusui 1 jam setelah melahirkan. 3. Refleks mendorong lidah membuat si kecil mendorong lidahnya ketika bibirnya menyentuh puting. Refleks ini memudahkan si kecil pada saat sedang menyusu. 4. Refleks muntah Menghalau makanan padat supaya tidak tertelan oleh si kecil yang berumur kurang dari 4 hingga 6 bulan. Pada saat yang sama, sistem pencernaan si kecil yang baru lahir bersiap-siap untuk pekerjaan barunya yaitu mencerna dan memproses ASI dengan cara-cara berikut ini 1. Meningkatkan asam lambung Kadar asam lambung berlipat ganda dalam 24 jam setelah kelahiran. Hal ini membantu memecah protein susu dalam lambung. 2. Memperbanyak laktase Hampir semua anak dilahirkan dengan kemampuan untuk menghasilkan laktase dalam jumlah yang besar, suatu enzim yang bekerja di usus untuk mencerna laktase yang tertinggi adalah saat kelahiran, kemudian turun selama tahun pertama. Untuk kebanyakan orang, tubuh berhenti memproduksi laktase yang cukup untuk mencerna susu pada masa kanak-kanak dan remaja. Baca juga Sistem Pencernaan Bayi di Bulan Pertama Kesehatan bayi pada kelanjutan perkembangan dan pertumbuhannya sangat ditentukan oleh kesehatannya saat lahir dan hari-hari pertama kehidupan di luar rahim. Masa transisi dari fetus ke kehidupan neonatal merupakan periode yang sangat kritis. Bayi akan mengalami berbagai perubahan fisiologis untuk beradaptasi dengan lingkungan luar rahim. Salah satu proses adaptasi fisiologis yang harus dilakukan bayi dan diidentifikasi oleh perawat selama periode transisi ini adalah adaptasi sistem gastrointestinal. Feeding yang segera setelah kelahiran sangat penting dalam hubungannya untuk mendukung proses adaptasi kehidupan ekstra-uteri sistem gastro-intestinal bayi baru lahir BBL karena bermanfaat untuk merangsang peristaltik usus sehingga isi usus dapat segera dikeluarkan. Feeding yang sangat tepat adalah kolostrum. MODULMateri Adaptasi Sistem Pencernaan Neonatus A. Pengertian Sistem pencernaan neonatus Saluran pencernaan makanan merupakan saluran yang menerima makanan dari luar dan mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan pengunyahan,penelanan, dan pencampuran dengan enzim dan zat cair yang terbentang dari mulai mulut oris sampai anus. Bayi Baru Lahir BBL, newborns harus memulai untuk memasukkan, mencerna dan mengabsrobsi makanan setelah lahir, sebagaimana plasenta telah melakukan fungsi ini Gorrie, et al., 1998. B. Faktor Yang Berperan dalam Sistem Pencernaan Neonatus Susunan saluran pencernaan terdiri dari - Esofagus kerongkongan b. Pembentukan enzim sistem pencernaan pada neonatus Enzim-enzim penting untuk mencerna karbohidrat, protein, dan lemak sederhana ada pada minggu ke-36-38 usia gestasi. Bayi baru lahir cukup bila mampu menelan, mencerna, memetabolisme dan mengabsorbsi protein dan karbohidrat sederhana serta mengemulsi lemak Jensen et al., 2004. Amilase pankreas mengalami defisiensi selama 3-6 bulan pertama setelah lahir. Sebagai akibat, BBL tidak bisa mencerna jenis karbohidrat yang kompleks seperti yang terdapat pada sereal. Kolostrum terutama kaya akan amilase mamaria. Perkembangan aktifitas laktase berlangsung relatif lambat dan mencapai tingkat adekuat pada usia gestasi 36 minggu, namun banyak bayi prematur dapat mencerna laktosa dengan memuaskan karena laktosa yang diserap dapat dicerna oleh bakteri kolon menjadi asam lemak rantai pendek, yang kemudian dapat diserap sehingga energi dapat diselamatkan. Selain itu BBL juga mengalami defisiensi lipase pankreas. Lemak yang ada di dalam Asi lebih bisa dicerna dan lebih sesuai untuk bayi dari pada lemak yang terdapat pada susu formula Gorrie, et al., 1998. Usus bayi baru lahir relative tidak matur. Sistem otot yang menyusun organ tersebut lebih tipis dan kurang efisien dibandingkan pada orang dewasa sehingga gelombang peristaltic tidak dapat diprediksikan. Lipatan dan vili dinding usus belum erkembang sempurna. Sel epitel yang melapisi usus halus bayi baru lahir tidak berganti dengan cepat sehingga meningkatkan absorbs yang paling efektif. Awal pemberian makan oral menstimulasi lapisan usus agar matur dengan meningkatkan pergantian sel yang cepat dan produk enzimmikrovilus, seperti amylase, tripsin, dan lipase pancreas. Dukungan bidan untuk pemberian makan segera pada bayi baru lahir membantu maturasi kemampuan usus halus ini. C. Adaptasi fisiologis sistem pencernaan neonatal Bayi Baru Lahir BBL, newborns harus memulai untuk memasukkan, mencerna dan mengabsrobsi makanan setelah lahir, sebagaimana plasenta telah melakukan fungsi ini Gorrie, et al., 1998. Intrauteri Janin mulai menunjukkan aktifitas gerakan menelan sejak usia gestasi 14 minggu. Gerakan menghisap aktif tampak pada 26-28 minggu. Cairan empedu mulai diproduksi sejak akhir trimester pertama, diikuti denga seluruh enzim-enzim pencernaan lainnya. Proses pencernaan belum terjadi secara aktif inaktif. Kebutukan janin akan nutrisi tidak dipenuhi dengan sistem pencernaannya tetapi diperoleh dari plasenta. Refleks makan pada janin didalam kandungan sudah mulai terlihat dari kegiatan menelan amnion dan menghisap. Mekonium, isi yang utama terutama pada saluran pencernaan janin, tampak mulai usia 16 minngu, mekonium tidak dikeluarkan selama janin berada didalam uterus tidak terjadi proses defekasi hanya urin mekonium karena peristaltik belum aktif kecuali pada fetal distres. Pada janin yang mengalami fetal distres, terjadi penekanan pada abdomen dan spingter anal mengalami relaksasi sehingga mekonium yang tersimpan dalam usus keluar dan bercampur air ketuban. Enzim-enzim penting untuk mencerna karbohidrat, protein, dan lemak sederhana ada pada minggu ke-36-38 usia gestasi sudah mulai dibentuk untuk mempersiapkan kelahiran kehidupan janin ekstrauterin. Oksigenasi janin utama tetap berasal dari sirkulasi maternal-fetal melalui plasenta dan tali pusat. Ekstrauterine Neonatus aterm mampu mencerna dan menyerap susu dari lahir. Faktor pertumbuhan spesifik-spesies di air susu penting untuk mendorong perkembangan pencernaan pasca natal. Usus neonatus memiliki kapasitas pencernaan dan penyerapan yang imatur tetapi terdapat sejumlah mekanisme kompensasi, terutama untuk bayi yang medapat air susu ibu Lebenthal & Leung, 1988. Spingter cardiac antara esophagus dan lambung pada neonatus masih immature Olds, et al., 1980, mengalami relaksasi sehingga dapat menyebabkan regurgitasi makanan segera setelah diberikan Gorrie, et al., 1998. Regurgitasi juga dapat terjadi karena kontrol persarafan pada lambung belum sempurna Olds, et al., 1980. Saat lahir kapasitas lambung BBL sekitar 6 ml/kg BB, atau rata-rata sekitar 50-60 cc, tetapi segera bertambah sampai sekitar 90 ml selama beberapa hari pertama kehidupan. Lambung akan kosong dalam 3 jam Olds, et al., 1980 untuk pemasukan makanan dan kosong sempurna dalam 2 sampai 4 jam. Gorrie, et al., 1998. BBL mempunyai usus yang lebih panjang dalam ukurannya terhadap besar bayi dan jika dibandingkan dengan orang dewasa. Keadaan ini menyebabkan area permukaan untuk absorbsi lebih luas Gorrie, et al., 1998. Bising usus pada keadaan normal dapat didengar pada 4 kuadran abdomen dalam jam pertama setelah lahir akibat bayi menelan udara saat menangis dan system saraf simpatis merangsang peristaltic Simpson & Creehan, 2001. Saat lahir saluran cerna steril. Sekali bayi terpapar dengan lingkungan luar dan cairan mulai masuk, bakteri masuk ke saluran cerna. Flora normal usus akan terbentuk dalam beberapa hari pertama kehidupan Gorrie, et al., 1998 sehingga meskipun saluran cerna steril saat lahir, pada kebanyakan bayi bakteri dapat dikultur dalam 5 jam setelah lahir. Bakteri ini penting untuk pencernaan dan untuk sintesa vitamin K Olds, et al., 1980. Refleks Makan Sejak lahir, seorang bayi normal dapat menghisap dari puting payudara, menyalurkan air susu ke bagian belakang mulut dan menelannya selama 5-10 menit sambil bernafas normal. Terdapat program reflek dan perilaku bawaan, yang menjadi semakin jelas dalam sekitar satu jam setelah persalinan, termasuk kemampuan bergerak dari perut ibu ke payudara, aktifitas tangan terkoordinasi, gerakan mencari puting payudara, melekat kepayudara, dan makan secara rakus sebelum bayi tidur. Sentuhan pada langit-langit memicu reflek menghisap. Neonatus memperlihatkan kerja rahang ritmik, yang memicu tekanan negatif dan kerja peristaltik lidah dan rahang memeras air susu dari payudara dan memindahkannya kekerongkongan yang kemudian memicu reflek menelan. Pada neonatus normal, refleks menyusu ini kuat saat lahir dan sudah tampak pada bayi premature sejak usia sekitar 32 minggu sekitar 1200g. Bayi yang sangat prematur dan mereka yang beresiko sakit atau berat lahirnya sangat rendah memperlihatkan penurunan yang mencolok atau tidak adanya refleks. Bayi lain yang mengalami masalah makan misalnya mereka mengidap gangguan fisik misalnya bibir atau langit-langit sumbing dan mereka yang terkena sedasi atau analgesia obstetrik atau stres berat saat persalinan. Reflek menghisap dan menelan dibantu oleh konfigurasi morfologis mulut neonatus yang khusus, langit-langit lunaknya secara proporsional lebih panjang. Neonatus juga memiliki refleks ekstrusi sebagai respon terhadap adanya bahan padat atau setengah padat didalam mulutnya. Refleks ini hilang pada usia 4-6 bulan dan diganti oleh suatu pola gerakan menggigit ritmik yang bersamaan dengan tumbuhnya gigi pertama pada usia 7-9 bulan. Defekasi Feses pertama yang dieksresi oleh bayi disebut mekonium, berwarna gelap, hitam kehijauan, kental, konsistensinya seperti aspal, lembut, tidak berbau, dan lengket. Pengeluaran mekonium, suatu campuran mukus, sel epitel, asam lemak, dan pigmen empedu yang menyebabkan warna khas hitam kehijauan. Mekonium berasal dari 1. Sel-sel mukosadinding saluran cerna yang mengalami deskuamasi dan rontok 2. Cairan/enzim yang disekresi sepanjang saluran cerna,mulai dari saliva sampai enzim-enzim pencernaan 3. Cairan amnionyang diminum janin, yang kadang juga mengandung lanugo dan sel-sel dari kulit janin atau membran amnion yang rontok. Feses mekonium pertama biasanya keluar dalam 24 jam pertama setelah lahir. Jika tidak keluar dalam 36-48 jam, bayi harus diperiksa patensi anus, bising usus dan distensi abdomen dan dicurigai kemungkinan obstruksi Gorrie, et al., 1998 & Simpson & Creehan, 2001. Tipe kedua feses yang dikeluarkan oleh bayi disebut feses transisional, bewarna coklat kehijauan dan konsistensinya lebih lepas dari pada feses mekonium. Feses ini merupakan kombinasi dari mekonium dan feses susu. Keadaan feses selanjutnya sesuai tipe makanan yang didapat oleh bayi Gorrie, et a., 1980. Kolon pada bayi baru lahir kurang efisien menyimpan cairan dari pada kolon orang dewasa sehingga bayi baru lahir cenderung mengalami komplikasi kehilangan cairan. Kondisi ini membuat penyakit diare kemungkinan besar menjadi serius pada bayi muda. Tabel berikut menjelaskan karaktertisik penting sistem pencernaan sebelum dan setelah lahir. Tabel 1. Karakteristik sistem pencernaan sebelum dan setelah kelahiran Aspek Intrauteri Ekstrauteri Sistem Gastrointestinal Relatif Inaktif tidak ada makanan yang diterima melalui organ gastrointestinal Aktif ada makanan yang masuk melalui organ gastrointestinal Reflek makan Sudah ada, bayi Menelan cairan amnion dan memperlihatkan gerakan menghisap Ada dan semakin baik, Bayi sudah mampu mencerna dan mengeliminasi ASI atau susu formula Refleks peristaltik dan Defekasi Pada bagian bawah abdomen refleks peristaltik tidak aktif sehingga tidak terjadi pengeluaran mekonium. Kecuali pada fetal distres air ketuban bercampur mekonium Pada bagian bawah abdomen peristaltik sudak aktif, sehingga bayi mengeluarkan feses. Tidak adanya feses dalam 48 jam pertama mengidikasikan obstruksi isi usus a. Coad & Dunstall. 2007. Anatomi dan Fisiologi untuk Bidan. Jakarta Sarwono. 2002. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Neonatal. Jakarta Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. c. Jurnal Keperawatan Rufaidah Sumatera Utara, Volume 2 Nomor 1, Mei 2006. Penulis Dosen Keperawatan Maternitas PSIK FK USU. - Setiap bagian saluran pencernaan memiliki fungsi khusus yang bekerja dalam pengangkutan dan pencernaan makanan yang penting untuk pertumbuhan bayi. Pencernaan pada bayi yang minum Air Susu Ibu ASI memainkan fungsi penting mulai dari penyerapan antibodi pelindung yang melawan bakteri dan virus hingga membangun bakteri usus yang sehat. Dikutip dari Live Strong, saluran pencernaan bayi tidak berfungsi sepenuhnya dan rentan terhadap infeksi. Apa pun yang masuk ke mulut bayi pasti akan masuk ke saluran pencernaannya, yang belum siap untuk melawan bakteri dan patogen lainnya. Dalam enam bulan pertama, sistem pencernaan bayi akan mengalami perubahan besar karena mengembangkan kemampuan untuk menghasilkan enzim untuk mencerna makanan dan antibodi untuk melindungi dirinya sendiri. Selama masa kehamilan, bayi menerima nutrisi dan membuang produk limbah melalui plasenta. Saat lahir, hal ini berubah secara tiba-tiba, yang artinya sistem pencernaan bayi masih belum sempurna. Akibatnya, ia bisa kehilangan hingga 10 persen dari berat badannya di hari-hari pertama hidupnya, saat ia menyesuaikan diri dengan sistem pencernaannya. Begitu bayi mendapat makan pertamanya setelah lahir, sistemnya akan mulai bekerja mencerna susunya dan memecah kotoran menjadi kotoran. Menurut laman Baby Centre, semuanya dimulai pada lima minggu kehamilan, ketika lapisan sel di bagian bawah tubuh embrio bayi menggulung menjadi tabung panjang. Tabung ini akan berkembang menjadi saluran pencernaannya. Sekitar seminggu kemudian, saluran pencernaan awalnya mulai terbentuk menjadi tiga bagian utama, yakni Bagian depan, yang menjadi pipa makanan kerongkongan bayi, lambung, hati, dan pankreas. Usus tengah, yang berisi sebagian besar usus kecilnya dan dua pertiga dari usus besar. Usus belakang, yang berisi sisa usus besar, rektum, dan saluran anus. Infografik SC Sistem Pencernaan Bayi. & Fisiologi Saluran Pencernaan Bayi Berikut ini anatomi pencernaan bayi dari saat makanan masuk ke mulut sampai masuk ke popok bayi dan fungsi-fungsinya yang terjadi di sepanjang waktu seperti dikutip dari situs Very Well Family MulutMulut bayi berperan untuk menerima makanan dan juga tempat dimulainya pencernaan beberapa nutrisi. Beberapa bayi baru lahir mungkin mengalami kesulitan menempel atau masalah yang berkaitan dengan kondisi seperti bibir sumbing atau celah langit-langit. KerongkonganEsofagus ini adalah saluran yang menghubungkan mulut ke perut dan memiliki dua tugas utama mendorong makanan atau cairan dari mulut ke perut dan menghentikan aliran balik, atau refluks, isi perut. PerutLambung ini bertanggung jawab untuk menyimpan makanan yang tertelan, menggabungkan dan menghancurkan makanan, dan mengatur ekskresi isi perut ke dalam duodenum, bagian pertama dari usus kecil. Pencernaan terjadi dalam tiga fase sefalik dimulai oleh saraf vagus ketika seseorang melihat dan mencium bau makanan, lambung disebabkan oleh makanan yang masuk dan dikendalikan oleh gastrin, dan usus diatur oleh hormon yang dilepaskan di usus kecil. Usus halusUsus halus ini adalah organ mirip tabung yang dipisahkan menjadi tiga bagian, yakni duodenum, jejunum, dan ileum. Ini memiliki pekerjaan besar untuk dilakukan karena bertanggung jawab atas pencernaan dan penyerapan nutrisi, vitamin, elemen jejak, cairan, dan elektrolit. Pada dasarnya, makanan asam yang dicerna sebagian dari perut dikombinasikan dengan sekresi dasar dari pankreas, hati dan kelenjar usus. Enzim pencernaan dari sekresi tersebut bertanggung jawab atas sebagian besar proses pencernaan di usus kecil — enzim tersebut memecah protein ASI menjadi asam amino; karbohidrat ASI menjadi glukosa dan monosakarida lainnya; dan lemak ASI menjadi gliserol dan asam lemak. Dinding usus harus sangat kuat untuk menangani pekerjaan yang dilakukannya. Kekuatannya berasal dari fakta bahwa ia memiliki empat lapisan berbeda; serosa, muskularis, submukosa, dan muskosa. Permukaan usus meningkat pesat dengan adanya vili dan mikrovili di mana produk akhir pencernaan diserap. Usus besarKolon melengkung ke atas dari ujung usus kecil, melintasi perut dan turun ke rektum. Ini sebagian besar bertanggung jawab atas penyerapan air dan elektrolit. Dubur"Sfingter O'Beirne" mengatur aliran limbah dari kolon sigmoid ke dalam rektum, yang merupakan tempat penyimpanan produk limbah pencernaan. Sfingter anal internal dan eksternal mengatur aliran kotoran dari rektum. Jadi, bagian-bagian dari sistem pencernaan akan bekerja sama untuk mengambil makanan, mengangkutnya ke dan melalui sistem gastrointestinal GI, memecahnya secara mekanis dan kimiawi, serta menyerap nutrisi, kemudian menghilangkan bahan berlebih sebagai juga 8 Cara Atur Jadwal Bayi dan Balita Jangan Lupa Tetapkan Prioritas Kapan Waktu Tepat Mengenalkan Susu Sapi pada Bayi? Cara Mencegah Masalah Pencernaan dengan Gaya Hidup Sehat - Kesehatan Penulis Dhita KoesnoEditor Agung DH Saluran pencernaan merupakan saluran yang menerima makanan dari luar dan mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan pengunyahan, penelanan, dan pencampuran dengan enzim dan zat cairyang terbentang mulai dari mulut oris sampai anus. Dari saluran pencernaan akan terbentuk sistem pencernaan yang terdiri dari organ-organ pencernaan yang tergabung membentuk saluran pencernaan. saluran pencernaan tersebut terdiri dari Orismulut, Faringtekak, Esofaguskerongkongan Ventrikuluslambung, usus halus,usus besar, rektum, anus.

adaptasi sistem pencernaan pada bayi baru lahir